Film yang Saya Tonton Selama 2019

April 03, 2020

Tahun 2019 kemarin ada banyak film bagus dari awal hingga akhir tahun. Setelah saya pikir lagi, amboi ternyata duit saya lumayan juga yang dikeluarkan untuk film hehe. Saya mau mengingat kembali film-film yang saya tonton selama 2019. 

Terlalu Tampan

Sumber: Wikipedia



Diangkat dari webtoon dengan judul yang sama, kebetulan merupakan salah satu webtoon favorit saya karena lucu. Sebanarnya kalo di webtoon, ceritanya berdiri sendiri per episode, tidak menampilkan cerita utuh. Jadi ya semcam komik komedi per episode selesai. Nah, di filmnya ini dibikin agak berbeda dengan webtoonnya. Ada plot cerita dan penambahan beberapa karakter, tanpa mengubah esensi utama dari cerita asli di webtoon yaitu keresahan Mas Kulin sebagai orang yang terlalu tampan. Ternyata tidak mudah juga menjadi orang yang terlalu tampan. By the way, saya suka Iis Dahlia di sini, semacam pas sekali memerankan Bu Suk (ibu Kulin). Sepertinya memang tidak ada yang bisa menggantikan Iis Dahlia sebagai Bu Suk, haha.

Penilaian personal: 7/10


Isabelle
Sumber


Saya aslinya bukan pencinta film horor. Kebetulan pengen jalan sama temen yang udah lama gak ketemu, akhirnya memutuskan nonton ini. Yaudah nonton aja jadinya. Film ini menceritakan pasangan muda yang baru pindah ke rumah baru dan mendapati tetangga yang terdiri dari ibu dan anak yang selalu melihatnya dai jendela lantai dua yang menghadap langsung ke kamarnya. Si istri merasakan teror yang terasa amat nyata. Ya memang film ini serem dan terornya terasa. Film ini bikin mikir karena ada flashback atau semacam cerita berbeda versi plot. Ada muatan psikologis dan religiusnya juga. Masalahnya, yang sering diteror adalah si istri. Beruntungnya, si suami baik sekali mau mengusahakan agar istrinya menjadi tenang. Mulai dari mendatangkan pendeta hingga  tenaga profesional psikologis.

 Penilaian personal: 7/10

Dilan 1991 
Sumber: Wikipedia

Kelanjutan dari Dilan 1990 di tahun sebelumnya. Dilan 1991 menceritakan kisah cinta Dilan dan Milea saat sudah resmi jadian dan dinamika konflik yang dialami saat pacaran. Sayangnya, Iqbaal dan Milea pisah. Di seri yang kedua ini, konfliknya lebih mendalam daripada yang pertama. Akting para pemainnya juga lebih berkembang.Harus nonton film yang pertama dulu untuk bisa nyambung dan paham sama film keduanya.

 Penilaian personal: 7/10




Five Feet Apart
Sumber: Wikipedia

Stella punya semangat yang tinggi dalam menjalani hidup. DIa punya banyak mimpi dan hampir semuanya sudah tercapai. Meski sebenarnya dia tidak seperti remaja pada umumnya. Dia harus menjalani hari-hari di rumah sakit karena penyakit CF. Namun kemudian Stella bertemu dengan Will, sesama pasien CF dan mereka saling jatuh cinta. Aku kagum banget sama karakter Stella karena di tengah rendahnya peluang hidup, dia masih semangat menjalani semuanya seolah keberuntungan akan berpihak padanya. Sebaliknya, Will orang yang pesimis. Dia banyak menentang aturan dokter, keluyuran, skip minum obat, yah tipikal anak bandel. Ada dialog Will dan perawat yang ngena banget,

"What if it (the treatment) doesn't work?", kata Will
"What if it does?", kata perawatnya

Yes, the point is, never lose hope of everything. Aku suka banget sama ini film, unik secara karakter dan pesan moralnya sangat ngena. 

Penilaian personal: 8/10


27 Steps of May

Sumber

May mengalami trauma besar karena menjadi korban pemerkosaan saat dia SMP. Setelah itu, May tidak mau keluar dari rumahnya. Dia hanya melakukan aktivitas rutin di kamarnya sehari-hari. Sampai akhirnya, suatu ketika, May menemukan lubang di tembok kamarnya. Dia mengintip ada seorang laki-laki yang menjadi pesulap. Awalnya May hanya mengintip, sampai suatu ketika pesulap itu butuh bantuan karena percobaan triknya bermasalah. May pun menerobos lubang itu dan menolong si pesulap. Semenjak setelah itu, hidup May perlahan berubah. May bisa perlahan melepaskan traumanya. 

Adegan paling menyentuh bagi saya adalah, ketika May memeluk bapaknya dan berkata, "Bukan salah bapak". Bahwa sesungguhnya korban bukan hanya seseorang yang dikenai musibah saja, tetapi keluarganya dan orang-orang yang menyayanginya juga. Bapaknya merasa amat sangat bersalah dan menjadi tak tentu arah semenjak May mengalami trauma tersebut. Saya bisa merasakan dendam yang kuat dari karakternya. Karena saya merasa sangat relate sama May, saya jadi benar-benar terbawa sama film ini. Saya nangis kejer nontonnya :(

Penilaian personal: 9/10


Aladdin
Sumber: Wikipedia


Film dari Disney yang merupakan salah satu favorit saya. Tidak ada ekspektasi apa-apa saat akan menonton film ini. Ya semacam, "nonton kali ya"  lalu saya melihat film Aladdin. Jadilah saya pilih saja film itu. Mungkin karena tidak berekspektasi apa-apa, kemudian begitu opening saya langsung disambut sama musikal dan visual yang bagus banget. Baru opening sudah berkesan, alhasil saya antusias nontonnya. Para pemerannya all out memerankan perannya. Si Mena Massoud cocok banget jadi Aladdin. Yang paling menghidupkan cerita sih Will Smith sebagai genie. Gak tau kenapa feminine power difilm ini kerasa banget lewat karakter Princess Jasmine, kuat sekali karakternya dia. Apalagi pas Jasmine lagi nyanyi bagian lirik "I won't be silent, you can't make me quite" , that was so powerfull.

Penilaian personal: 8/10

X-Men: Dark Phoenix
Sumber: imdb

Ternyata ada sekolah sekaligus asrama khusus anak-anak "unik". Anak-anak tersebut punya bakat atau kekuatan alami yang bisa membantu menyelamatkan planet bumi. Salah satu muridnya adalah Jean yang diadopsi sendiri oleh Professor X karena kedua orangtuanya meniggal saat kecelakaan bersamanya. Sayang hanya Jean yang selamat. Jean temasuk yang berbakat di antara lainnya. Ketika sedang menjalankan misi ke luar angkasa, dia terkena serangan kosmik dan menjadikannya sebagai mutan kuat, tapi susah mengendalikan diri. Dia jadi lupa diri dan menyimpan dendam, terutama ketika tahu bahwa ayahnya belum meninggal. Dia merasa sakit hati ayahnya tidak mau merawatnya dan menyerahkan pada Professor X. Film ini emang keren sih, hehe. Cerita dan efeknya juara.

Penilaian personal: 8/10


Parasite
Sumber: imdb


Film yang hits di 2019. Saya termasuk orang yang agak telat nonton film ini. Kira-kira ada sebulan dari jadwal tayang di Indonesia, tapi ternyata filmya masih bertahan. Penontonnya juga masih lumayan waktu itu. Pengalaman nonton Parasite ini bener-bener bikin, gimana ya ngomongnya, semacam ada banyak kejutan cerita. Ternyata ada sebuah keluarga yang miskinnya miskin banget, tinggalnya di basement, baunya gak kira-kira dan sering dikencingin orang-orang mabuk, sampe wifi numpang tetangga yang bisa dijangkau dari toiletnya. 

Sekeluarga pengangguran, kadang nerima orderan melipat dus pizza (ada ya, kerjaan kayak gitu) yang dihargai amat murah. Sampai suatu saat temannya Ki Woo (anak laki-laki dari keluarga itu) ditawari menjadi guru les pengganti di sebuah keluarga karena si teman itu sedang tidak bisa mengajar. Jadilah Ki Woo bekerja di keluarga kaya raya tersebut. Kemudian terbersit ide Ki Woo untuk menarik saudaranya, Ki Jung, untuk juga bekerja di keluarga tersebut sebagai guru bagi anak laki-laki si keluarga kaya itu. Bertrut-turut keluarga itu mencoba mengusir pekerja di rumah tuannya dan menggantikannya dengan bapak serta ibunya tanpa sang majikan tahu bahwa mereka adalah satu keluarga.

Menonton ini membuat saya merasakan kelicikan keluarga ini. Di sisi lain, juga prihatin, karena kemiskinanlah yang mendorong mereka melakukannya. Padahal, saya pikir cukuplah Ki Woo dan Ki Jung saja bekerja, sudah lumayan membantu perekonomian keluarga. Ya tapi, kalau gitu aja, gak jalan cerita filmya :D Kita akan disuguhkan realita pahit dalam film ini. Ketir.

Penilaian personal: 9/10

The Lion King
Sumber

Film ini sering banget diputar saat liburan di masa kecil saya. Terlalu excited sama memori masa kecil, saya berekspektasi tinggi sama live action film ini. Sayangnya, ekspektasi yang tinggi terkadang sering mengecewakan. Tidak buruk sih, bagus-bagus aja, tai biasa aja. Lah, gimana haha. Tidak ada pembaruan atau kejutan yang segar. Jadi ya biasa saja. Bagus, tapi menjadi biasa, mungkin karena saya menaruh ekspektasi adanya kejutan. Ya sudah lah haha. Akan tetapi, CGI-nya memang keren. 

Penilaian personal: 6,5/10

Dua Garis Biru
Sumber: Wikipedia

Film ini yang saya tonton sampe 2 kali. Biasanya, sebagus apapun film, cukup sekali aja saya tonton. Dua Garis Biru adalah pengecualian karena emang sebagus itu. Bima dan Dara pacaran, tapi suatu ketika mereka melakukan kesalahan yang mereka tidak tahu akibatnya. Awalnya mereka sepakat menutupi kehamilan Dara sampai ujian nasional. Sayangnya, suatu ketika saat olahraga, Dara terbentur bola basket yang dimainkan murid laki-laki. Seketika itu Bima langsung menghampiri Dara yang kesakitan dan keceplosan berkata soal bayinya.

Sekolah jadi heboh. Orang tua dari Dara dan Bima dipanggil. Adegan UKS jadi favorit banyak penonton. Memang iya, emosi sebagai orang tua yang anaknya hamil di luar nikah seperti meledak di scene itu. Tegang, sedih, hening, kemudian ditutup dengan tamparan ibu Bima kepada BIma. Mantap. Ada banyak adegan yang menarik bagi saya, selain UKS legend itu. Adegan jus stroberi ketika Dara dan Bima hendak menggugurkan kandungan. Sorot kamera dari bawah blender dan memperlihatkan kumpulan stroberi yang hancur saat dibuat jus. Adegan itu, merupakan gambaran aborsi untuk menghancurkan janin (yang diibaratkan sebesar stroberi pada usia kehamilan Dara saat itu). Saya sebagai perempuan, ngilu liatnya, kayak kerasa sakitnya. 

Adegan yang gak kalah membekas bagi saya adalah ketika keluarga Bima sudah accepted terhadap konflik. Dialog yang tidak pernah saya lupa,

"Buk, Bima selalu berdoa, kalo nanti Bima masuk neraka, semoga Ibuk gak ikut"
"Kalo Ibuk berdoa supaya Bima masuk surga"
"Emang masih bisa ya Buk?"
"Kalo ibuk aja pelan-pelan bisa maafin kamu, pasti Allah juga bisa"

Itu dari sisi Bima, sementara dari sisi Dara, adegan mama dan Dara tiduran berdua benar-benar mengharukan. Dara mempertanyakan mengapa bayinya tidak bergerak. Mamanya menyarankan untuk menstimulasi dengan lagu. Akhirnya mereka berdua tiduran (Dara membelakangi mamanya, tiduran samping) sambil menyanyikan lagu favorit mamanya. Kemudian Dara mengucap satu kalimat, 

"Maafin Dara ya Ma"

Mamanya meneteskan air mata di belakang Dara, dalam diam. Sial, mengharukan. Selain dialog yang bagus, penceritaan lewat visual yang bermakna juga menambah nilai film ini.

Penilaian personal: 9,5/10

Bumi Manusia
Sumber: Wikipedia

Film ini diadaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer dengan judul sama. Saya diajak doi untuk nonton film ini, tapi gak mau nonton sebelum baca bukunya. Jadilah saya ngebut baca bukunya dulu yang setebal sekian ratus halaman itu dalam waktu tiga hari, kalau tidak salah. Tentu saja tidak semua hal di novel sama persis dengan di film, namanya juga adaptasi bukan imitasi. Sebelumnya banyak yang meragukan, kok Iqbaal yang jadi Minke. Katanya kurang Jawa lah, kurang sawo matang lah, tapi nyatanya Iqbaal memberikan bukti bahwa dia bersungguh-sungguh dengan perannya. Saya pun amaze sama perkembangan aktingnya Iqbaal. Film ini menceritakan Indonesia pada latar masa penjajahan Belanda. 

Di film itu, yang ditonjolkan adalah tentang pemikiran Minke yang merasa takjub dengan ilmu pengetahuan. Minke senang belajar, dia anak bupati, kaum priai. Kalau kata orang sekarang, Minke punya privilege untuk sekolah bareng dengan orang Belanda dan keturunan pejabat. Sempat Minke meremehkan seseorang yang tidak berpendidikan. Namun, kemudian dia merasa takjub bertemu dengan Annelise yang putus sekolah tapi mampu melakukan banyak urusan. So Far, filmya bagus dan tidak mengecewakan. Mungkin kalau orang yang belum baca novelnya akan agak kesulitan memahami cerita karena ada bagian-bagin cerita yang diringkas.

Penilaian personal: 7.5/10

Wedding Agreement
sumber: wikipedia

 Apa jadinya kalau kamu menikah dengan dijodohkan? Tanpa ada rasa cinta sebelumnya, hanya demi menuruti permintaan orang tua. Padahal, Bian (Refal Hadi) sudah punya pacar yang dijanjikan akan menikah. Sedangkan Tari (Indah Permatasari) menerima pernikahan itu sebagai bentuk ibadah. Di sini sudah jelas siapa yang akan lebih banyak kecewa dan tersakiti. Bian pun membuat perjanjian pernikahan bahwa mereka akan menjalani pernikahan tersebut selama satu tahun saja. Tari berusaha menjadi istri yang baik, sementara Bian tidak minat dengan pernikahan tersebut. Bian juga masih bertemu dengan pacarnya. Sampai pada masa Tari sudah lelah dengan usahanya membuat Bian menerimanya, dia pun menyerah dan pulang ke rumah budenya. Di saat itu Bian menyadari dia mulai jatuh cinta pada Tari dan mencarinya.

Dari genrenya, tertulis komedi romantis. Namun, ketika melihat trailernya saya lebih banyak menangkap dramanya. Ternyata unsur komedinya dibawakan oleh pemeran pendukung, bukan utama. Kalo yang saya tangkap sih lebih dominan dramanya daripada komedinya. Film ini cukup menghibur dari sisi komedinya yang sekian persen dan bikin mewek, terenyuh, terharu sama dramanya. Gak nyangka aja bisa menikmati drama Indonesia tanpa cringe.
Penilaian personal: 7,5/10


Gundala
sumber: wikipedia

Film superheronya Indonesia! Joko Anwar, sutradara film ini menyatakan bahwa Gundala adalah film pertama untuk sekuel The Bumi Langit Universe. Kita lihat saja nanti bagaimana semesta yang diciptakan Joko Anwar dalam film-film superhero ini. Pemeran utama dalam Gundala adalah Sancaka (Abimana Aryasatya). Dia punya kekuatan petir. Sejak kecil petir memang seolah suka mendekat pada Sancaka, itu yang membuatnya takut kepada petir. Hingga suatu ketika karena pertarungan dia dengan preman pasar, Sancaka dilempar dari atas gedung. Kemudian petir menyambar, seketika tubuhnya mendaat kekuatan untuk bisa bangkit lagi.

Percobaan yang bagus untuk genre superhero Indonesia. Joko Anwar dengan kapabilitasnya sebagai sutradara yang sukses mengarahkan film remake Pengabdi Setan, memberikan bukti dengan kualitas filmnya. Selain visualnya yang keren, musiknya juga benar-benar menusuk sampai kita seolah bisa merasakan situasi pada plot ceritanya. Salut untuk ini. Tentu saja tidak perlu dibandingkan dengan superhero ala barat yang sudah dari dulu. Gundala punya saya tariknya tersendiri. Kira-kira, bagaimana kisah selanjutnya dari sekuel ini, saya jadi penasaran.
 Penilaian personal: 8/10 

IT Chapter 2
sumber: wikipedia
Kelanjutan dari IT 1 yang tayang pada 2017. Di chapter 2 ini, para tokoh sudah dewasa. Tujuh anak yang dijuluki The Losers berjanji akan kembali ke Derry 27 tahun kemudian ketika Pennywise kembali muncul. Dan benar, Pennywise muncul lagi. Sebagian besar dari The Losers sudah pindah kota dan lupa akan kejadian di Derry. Hanya Mike yang masih tinggal di Derry, ia juga yang menyadari kemunculan Pennywise lagi. Kemudian dia pun menghubungi teman-temannya untuk kembali ke Derry dan melawan Pennywise.
Awal nonton film ini masih tenang, masih menunjukkan masa dewasa dan aktivitas The Losers. Baru ketika mereka berkumpul kembali di restoran untuk berdiskusi masalah Pennywise, di situ ketegangan mulai muncul. Entah itu halusinasi The Losers atau memang teror bagi mereka. Hanya The Losers yang bisa melihat teror itu, ketika pelayan restoran datang, semuanya kembali normal. Aku jadi bertanya-tanya, setan macam apa Pennywise ini. Ternyata di chapter ini juga dijelaskan asal usul Pennywise.
I'm not into horror movie, but this one is good. Jumpscare-nya normal, gak berlebihan. Ceritanya juga bagus. In the end, mereka mendapatkan pelajaran bahwa kebersamaan dan saling percaya akan menyelamatkan mereka.
Penilaian personal: 7.5/10


Joker

sumber
 Saat film ini rilis, bermunculan meme di sosial media tentang Joker dengan quotes "Orang jahat terlahir dari orang baik yag tersakiti". Cukup kontroversial pernyataan tersebut. Film ini mengisahkan Arthur yang bekerja sebagai badut. Dia sebenarnya bercita-cita menjadi stand up comedian, tapi belum punya keprcayaan diri dan kesempatan untuk mencapai itu. Agak susah saya menceritakan ulang film ini. Alurnya maju mundur, kadang saat menontonnya saya berpikir ini pada setting sekarang atau masa lalu? Ini realita atau khayalannya Arthur. Ternyata ada beberapa plot twist, yang mana cerita-cerita ada film ini ada yang sebatas khayalannya si Arthur. Saya kagum dengan filmya, meski agak bingung memahami alur cerita. Justru itu yang menjadi menarik karena membuat saya jadi memberi atensi lebih untuk mengikuti alur cerita. Berhubung film ini sarat akan unsur psikologis, jiwa-jiwa psikologi saya terpicu. Yang paling gak terima adalah ketika dengan mudahnya Arthur membawa rekam medis ibunya. Kok bisa rekam medis gampang banget dikasih ke orang, meski itu anak sendiri sih. But ya, kan tetap saja rahasia.

Penilaian personal: 8/10



Perempuan Tanah Jahanam
sumber

Film ini dimulai dengan dialog panjang balas-balasan antara Maya dan Dini yang bekerja sebagai penjaga pintu tol. Saat itu mereka sedang shift malam. Dialog semaking tegang ketika Maya diserang oleh seorang laki-laki misterius yang sedari tadi bolak-balik melewati pintu tol yang dijaga Maya. Hingga akhirnya laki-laki itu benar-benar menyerang maya dengan parang. Maya terluka pahanya, polisi datang saat laki-laki itu hendak membunuh Maya dengan parangnya. Polisi langsung menembak mati laki-laki itu. Trauma dengan kejadian itu, Maya dan Dini yang sedari dulu ingin berjualan di kios pasar akhirnya resign dari pekerjaan itu.

Maya dan Dini berjualan baju di kios pasar. Sayangnya penghasilan mereka tidak terlalu banyak, karena pasar sepi. Mana sudah resign, jualan sepi pula. Maya pun teringat pada foto masa kecilnya yang menampakkan foto keluarga dengan latar rumahnya. Dia melihat rumahnya besar, yang mana sebagai ahli waris, barangkali dia bisa menjual rumah itu untuk mendapatkan uang demi hidupnya. Dari situlah pertualangan Maya dan Dini di  sebuah desa tempat Maya tinggal saat kecil. Ternyata ada banyak rahasia yang baru terungkap saat di sana. Termasuk tentang siapa Maya dan orang tuanya.

Sebagai genre horor, film ini tidak banyak menampilkan jumpscare. Sensasi horornya lebih kepada teror pikiran yang membuat penontonnya takut dengan minim sensasi kaget.  Di film ini justru kita akan diarahkan bahwa manusialah yang lebih seram dan kejam. Tidak bisa berkata lebih, emang bagus ini film. Merasuk banget ke pikiran.
Penilaian personal: 8,5/10

Love For Sale 2

sumber
Sebenarnya di Film Love For Sale 1 rasanya cerita itu udah selesai. Sudah cukup untuk satu cerita utuh. Gak nyangka aja kalo bakal ada lanjutan Love For Sale 2. Menarik untuk mengetahui kabar Arini setelah pergi dari Richard. Kali ini korban Arini adalah Indra Tauhid Sikumbang. Di film kedua ini, Arini berganti nama dari Arini Kusuma menjadi Arini Chaniago. Ini karena Indra yang "memesan" calon mantu bohongan berasal dari keluarga keturunan Padang. Indra mencari perempuan yang sesuai kriteria mamanya: cantik, pintar,  agamis, gampang deket sama orang tua dan yang terpenting orang Padang.

Arini masih sama, cantik dan menyenangkan. Mudah sekali untuk membuat orang-orang di sekitar Arini jatuh cinta kepadanya. Entah itu Indra, mamanya, pamannya, semua keluarga dan kerabat Indra menyetujui hubungan itu. Yah, sayangnya itu hanya pura-pura dan sesuai kontrak. Di Film kedua ini Arini terlihat lebih profesional dibanding pada film sebelumnya. Ini penilaian personal sih, tapi kayaknya Arini lebih cinta sama Richard. Indra seperti hubungan profesional. Sedangkan Richard, kayak kerasa kalo Arini juga jatuh cinta. Well, who know...
Penilaian personal: 8.5/10


Bebas
sumber: Wikipedia
Vina adalah siswa pinahan dari Garut. Dia masih beradaptasi di sekolahn barunya di Jakarta. Dia pun berkenalan dengan Kris dan kawan-kawan segengnya. Dari situ Vina juga diajak masuk ke geng mereka juga. Film ini adptsai dari film Korea yang judulnya Sunny. Aku belum nonton sih yang versi aslinya. Film ini bikin nostalgia banget. Ya aku gak setua mereka sih,  yang mana pas tahun 90-an sudah SMA. Tahun 90-an aku masih baby imut hehe. Cuma ya ada hal-hal dalam pergaulan mereka yang masih bisa relate sama masa SD-ku. Misal penggunaan bahasa a-ga-ku-gu ca-gan-ti-gik, bedanya di tempatku pakenya f, jadi afakufu cafantifik. Ada juga momen salam-salam lewat radio yang mana itu dulu juga sering aku lakuin bareng temen - temen. Lagu-lagunya juga memorable. Termasuk juga di sini diceritakan bagaimana krisis moneter 98 yang berdampak bangkrutnya usaha mamanya Gina. Padahal geng mereka ini adalah anak orang kaya.

Ini film bagus, aku suka. Aku gak bisa cerita banyak karena emang semenyenangkan itu nontonnya. Senang punya sahabat yang bisa lindungin kita dan menerima kita. Modelan kayak Vina itu rentan banget kena bully. Untungnya ada Kris yang jago bela diri, melindungi Vina dari serangan orang yang selalu mengganggunya. Sayangnya mereka harus dipisahkan karena dikeluarkan dari sekolah akibat suatu insiden. Sampai akhirnya, ketika tua mereka kembali saling mencari, saling menemukan dan kembali bersama. Di sini juga menggambarkan betapa meskipun kita sudah menikah dan punya kehidupan masing-masing, kita tetap butuh sosok sahabat untuk saling menguatkan dan membuat diri ini tetap waras.
Penilaian personal: 8/10

Ratu Ilmu Hitam
sumber
 Film horor yang gila. Berasa kayak neraka. Ceritanya kompleks dan berhubungan dengan mistis. Plot twist juga, gak nyangka. Berawal dari tiga mantan anak panti yang masing-masing sudah berkeluarga. Mereka kemudian berjanji untuk ke panti itu lagi dalam rangka menjenguk bapak panti yang sedang sakit. Mereka ke sana membawa keluarganya. Ada satu kamar kosong yang selalu terkunci. Salah satu anak dari keluarga mantan anak panti itu penasaran karena dari kamar itu terdengan suara seperti mengetuk pintu dari dalam. Salah satu anak panti yang masih menghuni di sana kemudian menceritakan kisah masa lalu mengapa selalu terdengar suara ketukan dari dalam.

Banyak kejaian janggal selama di panti. Mereka seola diteror dengan ketakutan masing-masing. Akhirnya kemudian terbongkar tentang masa lalu yang kelam, setiap dari mereka punya dosanya masing-masing. Tidak hanya tiga mantan anak panti itu, bapak panti juga. Nonton ini bikin merinding banget. Film horor yang tidak menakuti dengan penampakan hantu, tapi lebih ke siksaan dan hal-hal mistis. Visualisasi siksaanya juga terasa nyata. Itu ibarat siksaan neraka di dunia.
Penilaian personal: 8,5/10

Kim Ji-young, Born 1982
sumber
Fall in love again with Korean Film. Setelah di awal tahun ada Parasite yang super bagus, ini Kim Ji Young juga gak kalah bagusnya. Emangnya kenapa bisa bagus? Film ini menceritakan banyak hal tentang diskrimiasi perempuan mulai dari lahir hingga bahkan dia menjadi istri dan ibu. Ji Young adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya perempuan yang berpikiran liberal, ingin mengelilingi dunia karena tidak terlalu suka Korea. Adiknya laki-laki yang sangat disayang oleh keluarganya. Saya kira diskriminasi perempuan dan penyanjungan laki-laki hanya ada di Indonesia, ternyata Kore juga, atau mungkin Asia, atau bahkan dunia? Entah.

Di sini digambarkan mulai dari kecil bagaimana orang tua  dan lingkungan membentuk (memaksa) agar si perempuan bersikap anggun. Kesemuanya diatur dari tutur bicara hingga sikap duduk. Sementara adik bungsunya yang laki-laki begitu disayang dan dimanja. Ji Young bukan anak pemberani seperti kakaknya, jadi tidak ada kekuatan untuk melawan. Ketika sudah dewasa, Ji Young bekerja di perusahaan namun susah mendapatkan promosi meski dia berprestasi. Promosi lebih ditujukan kepada laki-laki, karena perempuan tidak dipercaya, dianggap lemah, apalagi ketika sudah menikah dan mempunyai anak. Hal itu dianggap merugikan perusahaan karena asumsinya perempuan hamil akan cuti, dan waktunya akan tersita untuk mengurusi anak.

Ji Young pun resign dari pekerjaannya setelah punya anak. Tentu saja dia suka punya anak. Namun, tidak memungkiri bahwa dia juga stres dan kemungkinana mengalami post partum depression.  Saya tidak tahu pasti apa gangguan mental yang dialami Ji Young, dia bisa amnesia dan tiba-tiba menjadi orang lain. Ada yang mengira Ji Young kesurupan. Beruntungnya, Ji Young punya suami yang baik, Dae Hyeon. Suaminya berinisiatif menanyakan pada psikiater tentang Ji Young, dan menyarakannya untuk ke psikiater. Dae Hyon pun juga membebaskan Ji Young untuk kembali bekerja jika itu membuatnya bahagia.

Film ini memberi saya gambaran tentang pernikahan yang tentu saja tidak mudah. Akan selalu ada konsekuensi dari setiap hal yang kita pilih. Entah menjadi ibu rumah tangga penuh, menjadi wanita karir yang berkeluarga, atau bahkan wanita karir yang tidak menikah. Yang perlu dipersiapkan adalah bagaimana menghadapi konsekuensi dari pilihan kita.
Penilaian personal: 9/10

Gully Boy
sumber: Wikipedia
 Melihat India dalam realita lebih dekat, begitu saya rasa gambaran film ini. Mengisahkan perjalan seorang laki-laki bernama Murad dari kalangan kelas bawah untuk mencapai mimpinya menjadi rapper. Film India tetap dengan cirinya nyanyi dan joget, bedanya di sini lagu dan tarinya hip hop. Gully dalam bahasa India adalah jalanan. Dia memulai dari bergabung dengan rapper jalanan yang merekam dirinya di Youtube. Tentu saja orang tuanya menentang itu. Sebagaimana orang tua pada umumnya, mengingnikan anaknya kuliah dengan baik dan lulus kemudian cari kerja. Dia memilih untuk meninggalkan kuliahnya demi mimpinya menjadi rapper.

Murad memiliki kekasih bernama Safeena yang berbeda kelas sosial dengannya. Safeena dari keluarga dengan ekonomi berkecukupan, ayahnya adalah dokter. Dia juga sedang menempuh pendidikan dokter. Safeena mendukung mimpi Murad, meski bagi Safeena Murad tidak harus berhenti kuliah. Sayangnya cinta mereka tidak direstui keluarga Safeena karena perbedaan status ekonomi tersebut. Lucunya di sini saya melihat bagaimana Safeena berprilaku. Dari rumah dia memakai jilbab, ketika pacaran dia lepas jilbabnya. Hayo ngaku siapa yang pernah gini ahaha.

Murad resmi meninggalkan kuliah dan bergabung dengan rapper yang sudah terkenal tersebut. Suatu ketika ada seseorang lulusan musik dari universitas luar negeri mau menjadi produser musik untuk debut Murad. Dia menciptakan sendiri lagunya. Karyanya diunggah di Youtube dan mendapat view serta respon yang positif. Murad pun memiliki nama panggung Gully Boy.
Penilaian personal: 8,5/10




Orang Kaya Baru
sumber
Enak gak sih jadi orang kaya? Mau beli apa saja bisa, duit gak habis-habis. Tapi kenyataannya, Tika, Duta, Dodi dan kedua orang tuanya tinggal di rumah kecil sederhana pada gang sempit. Jadi cuma bisa mengkhayal aja bagaimana rasanya jadi orang kaya. Suatu hari si ayah meninggal, di tengah masa dukanya ada seorang pengacara yang menjelaskan bahwa mereka mendapatkan harta warisan. Tidak disangka ternyata keluarga itu sebenarnya kaya raya, tetapi si ayah memilih hidup sederhana agar bisa lebih dekat dan akrab dengan keluarganya.

Jadilah keluarga ini orang kaya baru. Semua serba kagetan. Apa saja yang dulunya ingin dibeli tapi tak tersampaikan, langsung diburu. Mereka pun membeli rumah baru yang lebih besar dan luas, mobil, dan segala hal untuk memuaskan hasrat mereka. Sayangnya, kemudian harta mereka habis. Tidak ada yang tersisa lagi karena mereka telah foya-foya membuang uang seenaknya. Kembalilah mereka ke rumah lamanya yang kecil dan sederhana. Setelah beberapa lama, datang lagi pengacara yang waktu itu. Kembali dia menjelaskan bahwa sebenarnya harta mereka masih ada, banyak. Ini hanya akal-akalan ayahnya saja agar mereka lebih bijak menyikapi uang.

Poin penting saya dalam film ini: keterbukaan finansial sama pasangan itu penting cuy, biar gak di-prank kayak gini hahaha.
Penilaian personal: 7/10

Mantan Manten
sumber: Wikipedia

Bagaimana rasanya hidupmu berkecukupan, tapi sektika semuanya lenyap. Di film ini kita akan melihat betapa kejamnya orang licik yang punya kuasa. Yasnina yang biasa dipanggil Nina (Atiqah Hasiholan) mulanya memiliki karir yang bagus dan tunangannya Surya (Arifin Putra) yang sangat mencintainya pun sebaliknya. Namun, Nina kemudian ditipu dan dijebak oleh Iskandar, ayah Surya (Tyo Pakusadewo). Pak Iskandar yang menuduh Nina menjadi dalang dari investasi bodong. Nina tak bisa berbuat banyak karena Pak Iskandar punya kuasa untuk membentuk kondisi seolah Nina memang pelakunya. Seketika harta Nina habis tak bersisa karena disita. Surya sebagai tunangannya tak bisa berbuat banyak, dia hanya anak yang takut dan patuh terhadap orang tuanya.

Kalo menurutku, entah benar atau salah, kayaknya Pak Iskandar gak setuju sama hubungan Surya dan Nina. Makanya dibikinlah skenario itu sampe NIna bangkrut. Surya tidak punya alasan untuk melawan, lemah di hadapan ayahnya. Di saat tidak ada harapan, asisten Nina mengingatkan bahwa dia masih punya aset rumah di Tawangmangu yang tidak disita karena belum balik nama. Akhirnya Nina ke Tawangmangu untuk memperjuangkan hartanya yang tersisa. Ternyata rumah di Tawangmangu itu ditempati oleh Ibu Maryati. Di situlah Nina kemudian memulai petualangan menjadi seorang tukang paes jawa.

Bagian paling nyesek adalah ketika Nina menemani seorang perempuan untuk mencari batik, yang ternyata perempaun itu adalah calon istri Surya, mantan tunangannya. Belum jelas mantan atau belum sih, tidak ada pisah di antara mereka huhuhu. Dan parahnya lagi Nina yang menjadi tukang paes di pernikahan Surya dan Salma. Namun, saat itu Nina sudah mencapai taraf ikhlasnya. Sungguh, di film ini kita bisa merasakan emosi Nina yang berusaha menerima, mengikhlaskan, dan melepaskan Surya.
Penilaian personal: 8/10










You Might Also Like

0 komentar

Silakan berkomentar, terima kasih sudah menyampaikan dengan sopan :)

My Instagram

Instagram